When ALLAH brings you to it, HE will bring you through it... (=
Showing posts with label thoughts for the soul. Show all posts
Showing posts with label thoughts for the soul. Show all posts

Thursday, June 18, 2009

- cukup.aku tak perlu 'kalau' itu -

terfikir.terlintas di benak.

bagaimana agaknya ya KALAU aku tidak sakit?


memang kedengaran di balik 'KALAU' itu seperti indah
tp manusia tak bisa merencana hidup
aku manusia.
dan untuk itu.
aku terpaksa akur.

sesungguhnya perencanaanNya lebih sempurna...
yang diaturNya lebih bermakna...

dan dari memikirkan itu...
ada baik andai aku kira


bagaimana agaknya ya kalau aku tak sembuh?


hmmm.
sisi ini yang aku terlepas pandang...
jangan biarkan syukur yang terlafaz itu ditelan masa ya Allah =p

Friday, April 24, 2009

- mimpi -

Andai malam-malam yang berlalu itu mimpi...
Biarkan mimpi ini mengindahkan hari...
Andai mimpi-mimpi yang berlalu itu indah...
Mengapa hari ini tidak seindah mimpi?

Monday, April 20, 2009

- breaking through the toughest chapter -


7 months!!!
longer enough than i had ever imagined.
fortunately, it do not cost me a whole life time..
pheww~

losing the ability and the opportunity to control and take care of my own self
i'm losing me and this makes me thinks...


what is the purpose of breathing if you are taking other's living to make you feel alive??
when your pain starts to taking you from being you...
that is the most painful sickness
the one with unseen bleeding


guessing that life got lots of other meanings than just a cleft treble

but there is no room for regretting...
i'm just hoping that its going to be a sunny day through out this longg darkness...
keep on believing~


everyone got their own walking track...
and mine is a bit different than others...
a bit tougher and harder for a while...
but at least this walking track is having a destination...
and i'm not walking along the line alone...

"thanks for those who once made my days beautiful"

Alhamdulillah... for HIS countless loves and blessings. :)

Thursday, August 21, 2008

jwpn buat mereka yg sdg diuji...

*dipetik dr website iluvislam

Manusia Bertanya
: Kenapa aku diuji ?

Qur'an Menjawab : Apakah manusia itumengira bahwa mereka dibiarkan (saja)mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut:2).
Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?

Qur'an Menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)
Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?

Qur'an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
(Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur'an Menjawab : ..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.(Yusuf : 87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?

Qur'an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.(Ali Imraan : 200) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al-Baqarah : 45)
Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?

Qur'an Menjawab : ..Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.. (At-Taubah : 129)
Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?

Qur'an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.. (At-Taubah : 111)
Sabda Nabi Saw "sampaikan dariku walau hanya satu ayat"

article on...kerana dia manusia biasa

Heee..article ni dr website iluvislam...xd kaitan dgn sy..cuma terharu tyme bace.. bacelah klau berminat...sila abaikn ayat2 yg agak jiwang...hahaha..soooo not me..sbb bkn aku yg tules article ni pown..tp content dy tu yg bmakne laaa..daa bpe tahun xbce novel...so, sweet true story yg blandaskn agama dan syarak ni sdkt sbyk mengimpresskn sy...heee =p

**********
Email ini dipetik daripada seorang sahabat, dan saya forwardkan untuk manfaat kepada diri saya dan semua.

Semoga bermanfaat baik untuk yang melamar ataupun yang dilamar, ataupun bagi yang sudah berumah tangga. Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengemudi bahtera rumah tangga. Mengapa? Kerana Dia Manusia Biasa.

Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu? Jawappannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawapan kerana Allah hinggalah jawapan duniawi. Tapi ada satu jawapan yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap butir percakapannya. Jawapan dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti,dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi. Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.




Saya ingin tahu! Mengapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu(benar-benar sibuk). Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara. Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Saya mengambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap di rumahnya. Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual -hanya-berdua. Hiruk-pikuk persiapan akad nikah esok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal. Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetuk pintu, meminta kami tidur.

"Aku tak boleh tidur." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja.

Saya faham keadaanya ketika ini.

"Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur."

"Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar.

Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan. "Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih telefon bimbitnya dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD handphone dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping sampul kepada saya. Saya menerima handphone dari tangannya. Sampul putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ini?. Saya melihatnya tanpa mengerti.

Eeh..., dia malah ketawa geli hati.

"Buka aja."

Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih. "Teruknya dia ni."

Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum.
Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula membacanya. Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu........



************ ********* *******

Kepada ...... Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya Assalamu'alaikum Wr Wb. Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai. Saya, yang bernama_____menginginkan anda______ untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan. Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh kerana itu Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istikharah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini. Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawapan pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah redha dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin Wassalamu'alaikum Wr Wb




************ ********* *********



Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

"Kenapa kamu memilih dia.....?"

"Kerana dia manusia biasa......." Dia menjawab mantap.

"Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justeru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku.."

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu esok masih ada dan menjadi milik kita. Betul tak? Paling tidak.... Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalau suatu masa nanti kami jadi miskin. "

Ssttt....."Saya menutup mulutnya.

Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.

"Udah tidur. Esok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama."

Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

"Gik.....?" "Tidur.....Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya.
Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik jelita esok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini. Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiaannya.

Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak roh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, takhta dan 'nama'. Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan. Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap hamba-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya boleh memohon keredhaan Allah. MemintaNYA mengurniakan barakah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Jadi, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir,lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.



Wallahu 'alam.

Monday, July 28, 2008

syaaban...

hari ni 28 july bersamaan dgn 25 rejab klau ikut tarikh utusn malaysia ni...x lme lg nk masok bulan syaaban!!!skjp je mase berlalu kn..

since my islamic nye knowledge still byk lg yg perlu diperbaiki..so,x mmpu nk tules ikut pengetahun sdr..i copy from internet nih..n edit skeyt2..jom bce jom...hmmm=p

sbhgn ahli hikmah menyatakn;

bulan REJAB adalah kesempatan untuk meminta ampun dari segala dosa, pada bulan SYAABAN adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala macam cela dan pada bulan RAMADHAN adalah masa untuk menerangkan hati dan jiwa.

Syaaban ertinya berpecah atau bercerai-berai. Dinamakan demikian kerana orang-orang Arab pada bulan tersebut bertempiaran ke mana-mana tempat untuk mencari air, setengahnya mengatakan bahawa mereka mencari air itu di gua-gua.

Sebahagiannya pula mengatakan sebab diertikan demikian kerana ia sebagai pemisah iaitu memisahkan di antara bulan Rejab dan Ramadhan.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim daripada Sayidatina Aisyah Radhiallahuanha, dia telah berkata yang maksudnya :

"Adalah Rasulullah SAW sering berpuasa hingga kami menyangka bahawa Baginda berpuasa berterusan dan Baginda sering berbuka sehingga kami menyangka bahawa Rasulullah akan berbuka seterusnya. Aku tidak pernah melihat Baginda berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat Baginda berpuasa sunat dalam sebulan yang lebih banyak dari puasanya di bulan Syaaban." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

AMALAN2 YG DIGALAKKN SMS BLN SYAABAN:

1. Memperbanyakkan puasa sunat

Sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu bahawa RAsulullah SAW lebih gemar untuk berpuasa sunat dalam bulan Syaaban berbanding dengan bulan-bulan yang lain. Justeru itu adalah patut bagi kita selaku umat Baginda mencontohinya dalam memperbanyakkan puasa sunat bagi menyemarak dan mengagungkan bulan Syaaban ini.

Di dalam kitab Durratun Nasihin ada menyebut sebuah hadis yang menyatakan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya :

"Barangsiapa berpuasa tiga hari pada permulaan Syaaban dan tiga hari pada pertengahan Syaaban dan tiga hari pada akhir Syaaban, maka Allah Taala mencatat untuknya pahala seperti pahala tujuh puluh nabi dan seperti orang-orang yang beribadat kepada Allah Taala selama tujuh puluh tahun dan apabila dia mati pada tahun itu maka dia seperti orang yang mati syahid."

2. Memperbanyak doa, zikir dan membaca selawat kepada Rasulullah SAW.

Sabda Rasulullah SAW :
"Barangsiapa yang mengagunkan bulan Syaaban, bertaqwa kepada Allah, taat kepada-Nya serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah Taala mengampuni semua dosanya dan menyelamatkannya di dalam tahun itu dari segala macam bencana dan penyakit." (Dipetik dari kitab Zubdatul Wa'izhin)

3. Bertaubat

Diriwayatkan dari Umamah Al Bahili Radiallahuanhu, dia berkata : Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya :
"Manakala masuk bulan Syaaban, sukacitalah dirimu dan perbaiki niatmu."

p/s:nisfu syaaban= malam 15 syaaban